Kamis, April 10, 2008

Makalah Profesi Pendidikan

Makalah Profesi Kependidikan
sikap guru profesional


Kelompok : 7
Muhammad Anhar
Mena Meidiawati
Radian Sari Dewi
Maratti Julianti



KATA PENGANTAR

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarokatuh ...

Segala puji hanya bagi Allah SWT semata. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah bagi junjungan kita, teladan kita dan penerang jalan kita semua, Rasulullah SAW.

Makalah ini disusun atas penugasan dari dosen mata kuliah Profesi Pendidikan . tema yang diberikan kepada kami adalah mengenai : Sikap Profesional Keguruan. Disini kami menerangkan dari beberapa sudut pandang sesuai dengan kapasitas kami yang masih ‘hijau’ dalam dunia pendidikan.

Kami sadar bahwa uraian kami dalam makalah ini masih terbatas dan memerlukan revisi untuk kedepannya. Untuk ini saran dan kritik - ke :
beneranada@Gmail.com – dari anda sangat kami nantikan, semoga bisa membuat makalah ini jauh lebih baik lagi daripada saat ini.

Untuk kemudahan informasi, kami memanfaatkan teknologi ‘gratis’ yaitu internet. Kami meng online kan makalah kami di blog :
http://anharonline.blogspot.com dengan harapan agar siapa saja yang memerlukan makalah ini, atau mau memberi kritiknya , dapat dengan cepat mengaksesnya dimana saja dan kapan saja.:-)

Akhirnya, ucapan terima kasih kepada berbagai elemen yang telah membantu, semoga jasa anda semua benar – benar diganjar oleh yang Maha Memberi Ganjaran dengan ganjaran yang sebaik – baiknya. Semoga ada setitik manfaat dari makalah ini, semoga.




Wassalamu’alaykum
Tembung, 8 April 2008




Penyusun


DAFTAR ISI
Kata Pengantar............................................................... i
Daftar Isi...................................................................... ii
PendahuluanLatar belakang masalah..................................................... 1
Rumusan masalah............................................................ 1
Tujuan permasalahan........................................................ 2
Pembahasan KONSEP DIRI , SIKAP DAN TIPE – TIPE GURU................................ 3
Menyikapi modalitas belajar yang beragam................................ 5
Sikap Guru dalam menciptakan suasana belajar mengajar yang efektif. 5
Sikap guru yang dapat menghambat efektifitas belajar.................. 5
Kebiasaan baik guru profesional............................................. 6
Kepribadian guru profesional................................................ 7
Sikap guru dalam mengubah masalah siswanya menjadi vitamin mentalnya .......... 7
Membangun sikap profesional dengan melejjitkan kecerdasan emosional dan spiritual .. 8
PenutupKesimpulan ...................................................................10
Saran ......................................................................... 10
Daftar pustaka................................................................

iii

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Dalam dunia pendidikan, guru memegang peranan penting dan strategis. Seorang guru diharapkan dapat berkomunikasi , pandai mengasuh dan menjadi teman belajar bagi para siswa untuk tumbuh dan berkembang. Terjalinnya komunikasi antar guru dan siswa, serta siswa dengan siswa, tidak bisa dilepaskan dari cara guru tersebut menciptakan suasana belajar – mengajaryang efektif. Ia harus mampu membangun motivasi siswa, melibatkan siswa dalam proses belajar – mengajar serta pandai menarik minat dan perhatian siswa.
Sikap profesional seorang guru dapat menumbuhkan konsep diri positif para siswa. Bila tepat aplikasinya, para siswa lambat laun menjadi manusia yang dapat memandang dirinya secara positif. Tapi kenyataan berkata lain, sikap keguruan dari calon guru dewasa ini seolah –olah berkembang dengan sendirinya sebagai hasil sampingan (efek penggiring ) dari apa yang telah dipelajarinya. Akibatnya sikap keguruan para guru banyak yang belum muncul , padahal sikap merupakan salah satu unsur yang penting dalam menjalankan pengajaran.
Penguasaan kecerdasan Spiritual, emosional dan intelektual dari calon guru banyak yang salah kaprah, bahkan terkesan banyak yang menghindari penerapan ketiga komponen kecerdasan ini, akibatnya pengelolaan kelas begitu kering, tanpa makna, dan minim kreatifitas.
Melihat begitu pentingnya sikap bagi seorang guru, maka judul yang kami angkat ini membahas bagaimana kita dapat mengetahui, melakukan dan menjadi (to know, to do dan to be ) seorang guru masa depan yang powerful dan menjadi idola. Bisa menjalankan tugas sesuai dengan kemampuan modalitas karakter kepribadian yang unik dari setiap siswanya. Mengenali lebih dekat kecerdasan emosional dan spiritual dan bagaiman melejitkannya, mengkoneksikan dan mensinergikan dalam aktivitas sehari – hari.

B. Rumusan Masalah

Dalam makalah ini, kami ingin mencuatkan hal hal yang berpedoman pada kecerdasan Spiritual , emosional dan intelektual. Ini menyiratkan bahwa makalah ini bisa jadi spesifikasinya lebih ke psikologi dan nilai – nilai SEI Quetient ( kecerdasan spiritual,emotional,intelektual). Dan pasti akan membahas hal ‘berbeda’ dengan dengan isi diktat Profesi pendidikan, dengan tujuan makalah ini sebagai ‘pengayaan’ dalam segi Spiritual, emosional dan intelektual. Permasalahan yang diangkat akan diberikan –insyaallah- solusinya. Secara garis besar pembahasan makalah ini merupakan bagian dari pengembangan sikap keprofesionalan seorang guru.

Topik yang kami angkat adalah :

A.KONSEP DIRI , SIKAP DAN TIPE - TIPENYA
B.Menyikapi modalitas belajar yang beragam
C.Sikap Guru dalam menciptakan suasana belajar mengajar yang efektif
D. Sikap guru yang dapat menghambat efektifitas belajar
E. Kebiasaan baik guru profesional
F.Kepribadian guru profesional
G. Sikap guru dalam mengubah masalah siswanya menjadi vitamin mentalnya
H.Membangun sikap profesional dengan melejjitkan kecerdasan emosional dan spiritual

C.TUJUAN MASALAH

Makalah ini bertujuan agar kita para calon pendiidk dapat benar –benar memahami fungsi dan tugas kita sebagai pendidik, dan bagaimana cara kita bersikap baik kepada siswa, maupun lingkungan luar. Selain itu, seorang calon guru dapat menjadikan makalah ini untuk men check in apakah dirinya sudah memiliki sikap yang profesional atau malah mengkoleksi sikap yang merusak, semoga ini bisa membantu anda umumnya, dan kami yang masih ‘hijau’ ini khususnya. ;-)


BAB II

PEMBAHASAN

Saat ini kita dihadapkan pada situasi pendidikan yang cenderung tidak menghasilkan kualitas Sumber Daya Lulusan sekolah yang dapat diandalkan. Dan hal tersebut diakibatkan banyak faktor yang kompleks, mulai dari sistem pendidikan, kurikulum, fasilitas belajar,kompetensi guru dalam mengajar dan sebagainya. Tetapi yang pertama dan paling utama, tetap berpulang kembali kepada sikap dari seorang guru dalam menjalankan tugasnya.
Ada berbagi hal yang patut disorot, yaitu :


A. KONSEP DIRI , SIKAP DAN TIPE – TIPE GURU

Konsep diri
Konsep diri (KD ) adalah sesuatu yang dijadikan pegangan hidup seseorang, bisa jadi konsepnya itu berbentuk motto hidup atau mengidolakan seseorang, tentunya kita sebagai umat islam seharusnya mengidolakan sosok rasulullah sebagai uswatun hasanah.
Bagi seorang guru, kita harus dapat membangun KD yang positif, karena bila yang muncul dikemudian hari malah KD Negatif, maka ini akan berimbas pada diri si guru dan anak didiknya.
Menurut Clara R.Pudji Jogyanti (1988) individu yang memiliki KD negatif akan menunjukkan kecemasan yang tinggi, perasa, menolak diri, merasa tak berharga dan sulit berhubungan dengan orang lain. Seorang individu yang mempunyai KD negatif , secara umum menunjukkan penyesuaian emosi dan sosial yang buruk. Hal ini menimbukan asumsi bahwa cukup masuk akal apabila seorang guru memiliki KD negatif akan mengalami kesulitan emosi dan sosial dalam melaksanakan pengajaran.
Untuk membuat KD kita menjadi positif, pada awalnya kita ingat bahwa
ALLAH SWT dalam surah attin: Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya .jadi kita adalah mahluk yang sangat sempurna.
Tetapi penciptaan Allah ini masih berupa potensi, ibarat suatu barang yang belum diolah menjadi sesuatu yang lebih ekonomis dan bermanfaat, maka acapkali potensi kita tidak tergali dengan baik.
Untuk memiliki sikap yang baik dihadapan anak didiknya, seorang guru perlu mengembangkan 3 potensi dirinya, yaitu :
1. mental (ruhiyah )
Menjadi seorang guru harus senantiasa disertai dengan komitmen yang tinggi, perlu diingat setiap perbuatan tergantung pada niatnya, begitu pula dalam mendidik, kita harus selalu ikhlas.
2. akal (aqliyah)
Mencari ilmu itu kewajiban bagi setiap orang muslim
Belajar itu mulai dari buaian ibumu, hingga ke liang lahat.
Jadi seorang guru harus berparadigma pembelajaran dan terus menigkatkan diri.
Ada beberapa wawasan yang penting untuk kita kuasai, yaitu :
v Wawasan secara materi
v Wawasan lingkungan
v Wawasan pada anak didik
3. Fisik (jasadiyah)
b.Sikap

Sikap merupakan sesuatu yang menampilkan karakter unik dan kecenderungan kepribadian seseorang.
Untuk mengetahui sikap seseorang, bisa diibaratkan pada sebuah teko. teko hanya mengeluarkan isi teko itu, bila isinya air teh maka yang keluar air teh, lain lagi kalau yang di dalam teko berisi kopi, tentunya yang keluar adalah kopi.
Jadi sikap seseorang bisa dilihat dari kata – katanya, bila kata – katanya kasar biasanya sikapnya juga kasar, sebaliknya bila kata – katanya sopan biasanya sikapnya juga sopan.
Sikap seorang guru dalam mendidik ternyata sangat memberi pengaruh dalam sukses atau tidaknya pembelajaran, perlu diingat disini sukses bukanlah tujuan, succes is just not a destination, tetapi sukses adalah sebuah proses sampai kita masuk ke syurga ALLAH SWT.Guru yang sukses adalah guru yang pembelajarannya hari ini lebih baik dari kemarin.

c.Tipe – tipe guru

Ada empat tipe sikap dari seorang guru, yaitu :

guru yang apa adanya
guru yang apa adanya, ia tidak mau keluar dari keterpurukan, sebagai contoh pada diri seorang guru, ia berpendapat bahwa saya tidak mungkin menjadi guru yang sukses, yang diidolakan siswanya. Ia lebih memilih tetap pada kondisi dimana ia masih terpuruk dalam pemikiran yang sempit.
Guru yang ada ada saja
Guru yang ada ada saja, ia tahu harus menggunakan metode yang terkini untuk memaksimalkan potensi siswanya, tetapi ia malah menggunakan metode lama yang tidak lagi layak dijadikan acuan.
3. Guru yang mengada -ada
Tipe seperti ini, guru tersebut sudah tau ia memiliki potensi yang luar biasa, yang bisa mengantarkannya pada tataran kehidupan yang ‘layak’, tapi ia tidak mau meraihnya, ia malah menjauhi keyakinan bahwa ia berpotensi melejitkan multiple inteligence nya.

Ketiga tipe guru diatas ini, keberadaannya seperti tidak ada. Bagaimana dengan ketiadaannyaa? L, sementara keberadaannya tidak dianggap ada ;-(.

4. Guru yang lebih dari adanya

Guru yang lebih dari adanya ini memiliki dua ciri,yaitu :

kedatangannya dinanti siswanya
banyak fakta dilapangan betapa seorang guru yang tidak datang disambut gembira oleh
siswanya, menyedihkan memang.

2. Kalau dia pergi orang merasa kehilangan
Rasulullah adalah salah satu contohnya, para sahabat tidak percaya dan sangat merasa kehilangan ketika rasulullah telah meninggalkan mereka selama –lamanya.
Seorang gurupun harusnya begitu, ia memberi guratan makna bahwa ia pernah ada di dunia ini, caranya tentu mengajar dengan profesional yang salah satunya memerlukan sikap yang positif ,konstruktif dan solutif.
Untuk mencapai ini memang sulit, tapi mungkin.
(modifikasi dari presentasi Bpk utet, trainers KAMPUS”


B.Menyikapi modalitas belajar yang beragam

Modalitas adalah bagaimana seseorang menyerap informasi saat berkomunikasi ataupun belajar.manusia menyerap informasi dari panca inderanya dengan ‘kecenderungan tertentu’. Terdapat tiga kecenderungan modalitas yang dimiliki setiap manusia.

a. Visual
Sikap orang visual lebih respect pada informasi yang datang melalui indera penglihatan sehingga akan cenderung memerlukan tujuan dan gambaran penuh.
b. auditorial
Sikap orang auditorial lebih mudah merespon dan mengingat info yang datang melalui indera pendengaran, seperti lewat mendengar kaset.
c. Kinestetik
Sikap orang kinestetik lebih cenderung menerima informasi lewat indera peraba, mereka belajar dari tindakan dan pengalaman (learning by doing).

C.Sikap Guru dalam menciptakan suasana belajar mengajar yang efektif

Sikap Guru dalam menciptakan suasana belajar mengajar yang efektif perlu untuk diperbaiki terus menerus, banyak cara untuk hal ini, yaitu :

menciptakan persaingan
guru harus tetap menjaga sasana persaingan dalam batas yang wajar dan normal, yaitu persaingan yang didalam dapat memacu motivasi belajar, tetapi tidak menimbulkan hal – hal yang destruktif.
Memberi kesempatan untuk berhasil
Keberhasilan akan menimbulkan rasa puas, senag dan membangkitkan percaya diri, oleh sebab itu, guru harus bersikap memberikan kesempatan yang seluas luasnya kepada siswa, tentu saja kesempatan yang diberikan harus ditopang oleh bimbingan guru.
menghargai siswa
manusi cenderung termotivasi untuk melakukan sesuatu apabila dihargai, demikian pula dengan siswa.apabila seorang guru dapat menghargai siswa sebagai sosok yang memiliki segudang potensi dan kelebihan, niscaya ia akan termotivasi dalam belajar.

D. Sikap guru yang dapat menghambat efektifitas belajar

Bagi seorang guru, sikap memegang peranan sangat penting. Mengapa ? sebab, para siswa tidak saja belajar dari apa yang dikatakan guru, tetapi mereka juga belajar dari totalitas sikap gurunya, tepatlah pribahasa “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”.
Meskipun hal ini disadari guru, namun dalam praktiknyamasih saja ditemukan guru yang menampilkan sikap yang tidak efektif.

Beberapa ciri berikut adalah sikap yang menghambat tercapainya pengajaran yang berkualitas.

sering meninggalkan kelas
kurang persiapan dalam pembelajaran
pilih kasih terhadap siswa
menyuruh siswa menulis di papan tulis
tidak disiplin
kurang memperhatikan siswa
materialistis

E. Kebiasaan baik guru profesional

Dalam melaksanakan proses pemelajaran, kita mingkin pernah menemukan kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten dan sangat mendukung terhadap efektifitas pemelajaran.
Kebiasaan baik ini tidak sama pada setiap guru,maka pelu diberi gambaran agar terlihat lebih konkrit kebiasaan baiknya itu seperti apa. Kebiasaan baik itu adalah :

a. saat memasuki dan meninggalkan ruang kelas
usahakan ketika masuk dan meninggalkan kelas dalam kondisi yang tertib, rapi dan bersih.
Ketika pulang, dahulukan siswa terlebih dahulu sambil mengawasinya, setelah siswa semua keluar, barulah guru keluar kelas. Cara ini sangat mendukung terciptanya ketertiban kelas.

b. Suka membagi fase pemelajaran
ada tiga fase pemelajaran, yaitu fase konsep, fase pemantapan konsep dan fase evaluasi. Untuk menanggulangi kebosanan, guru ada baiknya menerapkan metode dan media yang bervariasi, cara ini akan membuat siswa bergairah dan tidak merasa lelah.
c. Berupaya menghapal nama siswa
“tak kenal maka tak sayang”, karena siswa yang dikenali namanya, kelebihan dan kekurangannya akan cenderung mudah dikendalikan, mereka merasa lebih diperhatikan, dihargai dan diakui eksistensinya.
d.Suka memberikan bantuan secara individual
bantuan secara individual dilakukan secara hangat, sangat mendorong siswa merasa diakui, ditolong, dihargai dan diperhatikan.
e. Suka memberi nasehat
Memberi nasehat adalah kebiasaan baik seorang pendidik, yang mengajak siswanya untuk melakukan kebaikan yang benar.nasihat yang diberikan bisa berupa pesan moral atau akhlak, masalah kepribadian, hubungan sosial dan kehidupan.
f. Memberikan kesempatan berdialog atau berkonsultasi
dalam menjalankan kebiasaan ini, hendaknya guru dapat menjadi orang yang dapat dipercayai oleh siswa, pandai menjaga rahasia, hangat, dan menghormati mereka. Untuk hal ini guru harus ingat “ orang yang sulit menerima orang lain, akan sulit diterima orang lain juga”.
g.tepat waktu
kedisiplinan dalam waktu merupakan sikap positif yang akan menular pada siswa bila dijalankan dengan keikhlasan oleh sang guru. Datang, istirahat, dan pulang tepat pada waktunya. Tidak menggeser jam pelajaran karena kepentingan – kepentingan lainnya yang dilakukan tanpa kompromi dengan seluruh siswa.
h.berfikir pro-aktif
sikap ini menunjukkan bahwa yang terbaik adalah pemikiran yang berorientasi pada peluang/ solusi, bukan pada kesulitan. Bukankah khoirunnas anfa’ uhum linnas (sebaik baik manusia adalah yang paling banyak berbuat kebaikan pada yang lain), jadi seorang guru bila dihadapkan dengan masalah, maka ia akan segera berjuang keras untuk mencari solusi yang terbaik dan segera mengaplikasikannya dalam menyelesaikan masalah itu.
i. Pandai membuat dan menentukan skala prioritas
sikap yang baik adalah bertindak dengan skala prioritas. Ia tidak asal bertindak, tindakannnya selau diarahkan pada tujuan – tujuan yang jelas dan mulia. Bagi seorang guru prioritasnya adalah masa depan murid – muridnya.
j. Berfikir menang –menang (win – win solution)
guru tidak membiatrkan dirinya dirugikan tapi ia pun tidak mau dirugikan orang lain. Dalam situasi sesulit apapun , guru harus selalu menjunjung hubungan win –win .
k. selalu belajar sepanjang hayat
sikap yang baik bagi seorang guru adalah selalu belajar dan belajar dari siapa saja, ia sadari bahwa gergaji akan tetap tajam bila terus diasah. Yang bahaya, guru berhenti belajar, berarti ia memutuskan diri mundur dari gelanggang kesuksesan.
F.Kepribadian guru profesional

Kepribadian seorang guru turut memegang peranan yang penting dalam menunjang keberhasilan proses belajar dan mengajar. Ada sikap positif dari guru yang dapat dijadikan gambaran , yaitu :

memiliki stabilitas emosi
percaya diri (optimis)
memiliki kesabaran
sederhana
tahu batas
adil
realistis
humoris
berpenampilan tenang
antusias (bersemangat)
menghargai peserta didik
selalu mawas diri
berpikir positif
disiplin
bertanggung jawab
berwibawa
perhatian terhadap siswa
selalu belajar
membangun citra diri sehat para siswanya
berpenampilan baik


G. Sikap guru dalam mengubah masalah siswanya menjadi vitamin mentalnya

Mungkin suatu ketika anda begitu marah dan kesal menghadapi tingkah laku siswa anda. Keadaan sangat ribut, kacau dan anda tidak mampu mengendalikannya. Anda marah dan siswa anda tidak berani menatap diri anda, apalagi berbicara, apakah menurut anda masalahnya telah selesai?
Sungguh tindakan diatas sangat tidak baik, hentikanlah kemarahan anda!, bagaimana? Lihatlah apa yang terjadi dari sisi positifnya, katakanlah “karena itulah mereka ada disini, untuk menjadi lebih baik”.
Mulailah dengan bersyukur, alhamdulillah;’saya sudah mengetahui apa yang mejadi kewajiban saya sebagai guru’. Sadarilah! Tidak ada montir bisa memperbaiki mobil tanpa mengetahui kerusakannya.begitulah, anda akan segera menjadi guru bagi mereka, setelah mengetahui kondisi terburuk mereka.
H.Membangun sikap profesional dengan melejjitkan kecerdasan emosional dan spiritual

Sikap kita adalah diri kita yang sebenarnya, yang diprogram dalam alam sadar dan bawah sadar kita. Sikap merupakan bentuk konkrit dari fikiran dan hati, baik fikiran dan hati kita. kita yang memiliki misteri spiritual,emosional dan intelektual perlu sedikit menggali potensi diri kita.

Kecerdasan emosi/ EI ( Emotional Intelligent)

Emosional menurut Oxford English Dictionary adalah setiap kegiatan atau pergolakan pikiran, perasaan, nafsu atau setiap keadaan mental yang hebat.
Daniel Goleman merumuskan emosi sebagi perasaan dan fikiran khas, serta serangkaian kecenderungan untuk bertindak.
Kecerdasan emosional menurut peter salovey, psikolog dari Yale University, ditentukan oleh lima hal. Kelimanya yaitu :

kemampuan mengenali emosi diri
Kemampuan mengenali emosi diri merupakan dasar kecerdasan emosional. Apakah guru tahu kapan perlu merasa marah atau merasa takut?kapan merasa gembira atau merasa iri? Mengarahkan diri untuk mengenali emosinya akan membantu diri mengenal situasi – situasi apa saja yang bisa menumbuhkan reaksi emosi tertentu dari siswanya.

kemampuan mengelola emosi
Kemampuan mengelola emosi adalah dasar bagi guru untuk dapat menangani dan mengungkapkan perasaannya secara tepat, baik verbal maupun dalam perilaku.guru perlu melatih diri dan siswanya untuk menyatakan emosinya dengan kata – kata (aku senang, takut,marah,cemas,gembira,iri dll)serta memilih tindakan – tindakan positif untuk merefleksikannnya.

kemampuan memotivasi diri sendiri
Kemampuan ini mencuat sebagai penguat ketika muncul reaksi emosi negatif. Kita boleh saja kecewa, marah,cemas,takut,dll, tetapi mengasah kemampuan ini membuat kita mengetahui hal –hal dan usaha apa saja yang bisa mengembalikan semangatnya ;-).

Mengenali emosi orang lain
Empati adalah modal dasar dari keterampilan bergaul. Melatih empati diri akan membuat seorang guru mengenali emosi – emosi orang lain. Bahwa anak didik akan tersinggung bila kita mengejeknya, anak didik akan bahagia bila guru mengatakan kamu baik budi dll.


Kemampuan membina hubungan
Mengasah kemampuan guru dalam membina hubungan akan menghasilkan diri yang ceria, mudah bergaul dan disukai oleh banyak orang termasuk siswanya, semoga.



Kecerdasan Spiritual/ SI (spiritual intellegent)

Donah zohar dan Ian marshal mendefinisikan SI sebagai kecerdasan utuk menghadapi dan memecahkan masalah makna dan nilai.
Jauh sebelum Donah zohar dan Ian marshal memunculkan istilah SI, islam sesungguhnya telah memiliki konsepnya. Dr.Seto Mulyadi menggambarkan SI sebagai hablumminallah, hubungan manusia dengan Allah.SI mempertanyakan suatu kekuatan maha besar yang mengatur alam ini. kekuatan yang harus diikuti dan dilaksanakan semua perintah-Nya.
Dr.H.Arief Rachman Mpd, Guru SMU Labschool, Jakarta, menggambarkan SI sebagai kecerdasan yang memiliki lima komponen.

Pertama kecerdasan yang meyakini tuhan sebagai penguasa, penentu, pelindung dan pemaaf dan kita percaya kehadiran-Nya. Artinya semua rukun iman diyakini dengan kuat.
Bagi guru, ini dijadikan dasar dalam membina ruhiah diri.
Kedua didalam SI ada disebut kemampuan untuk bekerja keras, kemampuan untuk mencari ridho tuhan. Dengan demikian seorang guru misalnya, akan terdorong untuk memiliki etos kerja yang tinggi dan senantiasa bersungguh –sungguh dalam beraktivitas mengajar dan belajar.
Ketiga, SI adalah kemampuan untuk kokoh melakukan ibadah secara disiplin. Rasulullah Saw. Manusia yang sangat dicintai Allah swt dan telah dijanjikan untuk menempati surga, telah mencontohkan hal tersebut. Beliau pernah sampai bengkak –bengkak kakinya karena terlalu lama berdiri saat solat malam.
Seorang guru mengajar dalam rangka ibadah, akan memberikan yang terbaik dan paling berkualias dari dirinya dengan senantiasa memohon ridho dari tuhan.
Keempat, SI diisi dengan kesabaran, ketahanan, kemampuan untuk melihat bahwa orang harus selalu berikhtiar supaya tidak putus asa.
Apakah anda pernah menyaksikan seorang pemecah batu yang sedang memecahkan batu besar? Dia memukul batu itu dengna godam sampai seratus kali tanpa terlihat tanda akan pecahnya batu tersebut. Akhirnya batu itupun pecah.
Seandainya ia berhenti pada pukulan 99, maka batu tersebut tidak akan pecah, padahal kalau ia mau bersabar maka satu pukulan lberikutnya akan dapat menghancurkan batu itu.
Begitu juga bagi seorang guru, perlu sebuah kesabaran yang ekstra dalam proses menuju kesuksesan membimbing siswanya kedalam perubahan ke arah positif dari waktu kewaktu.
Terakhir, SI berarti menerima keputusan terakhir dari tuhan. Penerimaan penuh pada takdir Allah mendatangkan ketenangan dalam kehidupan.gambaran tentang menerima keputusan terakhir dari tuhan denga ikhlas ini dijelaskan oleh Ibn.Qudamah dalam buku Minhajul Qasidin. Allah mewahyukan kepada Daud Alaihissalam,”Hai daud, sekali – sekali kamu tidak akan dapat berjumpa dengan-KU dengan amal yang lebih Kuridhoi dan penghapusan dosamu kecuali keridhaan terhadap Qadha-Ku.”
Sebagi seorang guru, kita perlu mengakhiri pembelajaran dengan meyerahkan segala hasil pada kehendak-Nya. Perubahan perilaku hanya dapat diubah oleh yang Maha Membolak balik Hati, kita selaku guru, hanyalah bisa berikhtiar, faidza azzamta, fatawakkal alallah (kita hanya berusaha, hasil Allah yang menentukan ).

Ciri – ciri orang yang cerdas secara spiritual
1.kemampuan mentransedensikan yang fisik dan material
2. kemampuan untuk mengalami kesadaran yang memuncak
3. kemampuan mensakralkan peristiwa sehari –hari
4. kemampuan menggunakan sumber spiritual untuk menyelesaikan masalah
5. kemampuan memiliki kasih sayang yang tinggi kepada sesama mahluk.



PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dari makalah yang kami sampaikan ini, kami mengambil kesimpulan yang menyiratkan seorang guru yang memiliki sikap yang profesional. Walaupun kami lebih fokus pada hubungan guru dan muridnya, aspek lainnya tetap terhubung dan saling melengkapi. Adapun kesimpulan yang dapat diambil adalah :
Bahwasanya seorang guru yang memiliki sikap yang profesional adalah guru yang menjadi idola bagi orang disekelilingnya, ia menajdi guru yang dapat menyelaraskan kata dan perbuatan. Seorang sosok guru yang profesional adalah guru yang pembelajar, yang memahami keunikan siswanya dan membimbing anak tersebut untuk mecapai keoptimalan potensinya. Guru profesional adalah guru yang dapat menyeimbangkan kecerdasan spiritual, emosional dan intelektualnya, semua tersinergi dan terkoneksi dalam dirinya.

B. Saran

Saran yang dapat kami utarakan adalah, segeralah menjadi guru yang keberadaannya itu berarti. Keberadaannya dinantikan , kepergiannya dirindukan. Segeralah mengenali diri, karena orang yang mengenal dirinya pasti mengenal tuhannya.
Mulailah dari perubahan positif terkecil lalu bergerak ke perubahan positif yang besar. Mulailah dari diri sendiri, kembangkan potensi diri dan motivasilah diri selalu. Mulailah dari sekarang, mulai dari hari ini, jam ini, detik ini, camkan diri anda adalah guru yang menjadi idola dan powerfull.












Daftar Pustaka

Sukadi.2007. guru powerfull guru masa depan.Bandung.Kolbu
Ramly.A.T.2006.Menjadi guru idola.Bekasi.Pustaka Inti
Al-Qarni,’Aidh, 2004, La Tahzan, jangan bersedih.Jakarta. Qisthi Press
Rahardjo, sekti & Susanti, Rina, 2007, FUN TAC TICS.Bandung.Syaamil Teens
Kusnadi, Ateng, 2004, bangkitkan Ruh Jihad, Jakarta. P.T. Rekayasa Teknologi Canggih
UMMI,Majalah.2002, Edisi spesial 4 tahun, Jakarta. P.T.Dian Rakyat
Http://www.mizanlc.com
http://adzzakapena.multiply.com
http://www.myquran.com
http://dudung.net
http://anharonline.comhttp://www.islamuda.com





2 komentar:

Cha2 mengatakan...

Assalamu'alaikumm :)
wah.. makalh prof. kpnddknmu bgs bgt.. boleh jd referensinya aku ga? sy mahasiswi smt 2 lg dpt tgs prof. pndknn..
klo boleh aku ambil materimu utk me+ materi yg sdh ak cari sejak dahulu kala (haha. lebay sgt y?) :D

Made Riantini Harjaya mengatakan...

baguss bangett .. kebetulan lagii ada tugass nih :)


makasii ayh buat contohnyaa :)
maen " ke blogku yah :)

 

ShoutMix chat widget