Jawaban Ujian Akhir Semester
Nama : Muhammad Anhar
NIM : 061234055
Mata kuliah : Morfologi Bahasa Indonesia (4 sks)
Semester : III/1A (reguler)
Dosen : Dra. Rosmawati Harahap, M.Pd.
1. Pengertian morfologi menurut asal katanya.
Kata morfologi berasal dari bahasa Yunani/Greek, yaitu dari kata :
Morphe yang berarti bentuk, dan
Logos yang berarti ilmu.
Selanjutnya istilah diatas digunakan di Inggris dan diubah menjadi
morph(e) + logy → morphology (Inggris).
Dalam bahasa Indonesia kata morphology merupakan kata serapan asing yang mengalami pengkondisian bahasa menjadi morfologi, bentukan kata ini berasal dari kata morf yang berarti bentuk dan logi yang berarti ilmu.
Jadi morfologi menurut asal katanya adalah:
ilmu yang mempelajari tentang bentuk kata dari suatu bahasa.
2. Pengertian istilah : morfem, leksem, kata dasar, akar kata, alomorf dan bentuk dasar.
a. morfem adalah satuan terkecil dalam sebuah bahasa yang masih memiliki arti dan tidak bisa dibagi menjadi satuan yang lebih kecil lagi (http://id.wikipedia.prg/wiki/morfem).
contoh :
me + santun + i → menyantuni
terdiri dari tiga morfem, yaitu :
morfem terikat : me dan i
morfem bebas : santun
b. leksem adalah kata tunggal/dasar yang sudah memiliki makna.
leksem sudah tentu morfem, tetapi
morfem belum tentu leksem.
contoh :
leksem : istimewa, senyum, semangat, obsesi, teguh.
Yang bukan leksem :
imbuhan
di, me, per, (awalan)
-kan, -an, -wan (akhiran)
-em- (sisipan)
c. kata dasar adalah kata yang tidak mengalami proses pengimbuhan, penggandaan atau pemajemukan.
contoh : pena, telaga, awan, lazuardi, jelaga, bulan.
d. akar kata adalah asal yang mendasari dalam suatu bentukan morfem.
contoh : terang akar katanya rang
serang akar katanya rang
garang akar katanya rang
e. alomorf adalah perubahan morf yang terjadi akibat dari penggabungan morfem terikat dengan suatu morfem bebas.
contoh :
men + tegur → menegur
men + lembut → melembut
men + sisir → menyisir
f. bentuk dasar adalah satuan baik itu tunggal maupun majemuk yang mendasari suatu bentukan bagi satuan yang lebih besar.
contoh :
purnawirawan
introspeksi
nonkolaborasi
3. Membuat bagan analisis dari kata :
memperjuangkan, memperoleh, perjuangan, menduduki dan dikasari.
memperjuangkan
1
2
3
ada tiga bilangan morfem
contoh penggunaan morfem tersebut dalam kalimat
v semangat juang yang tinggi ini harus dijaga
v kita harus memperjuangkan kemerdekaan yang diwarisi para pejuang dahulu.
v Perjuangkan kebenaran di jalan Allah
memperoleh
1
2
3
ada tiga bilangan morfem
contoh penggunaan morfem tersebut dalam kalimat
v oleh karena kualitasnya barang itu dicari banyak orang .
v peroleh mendali emas badminton di olimpiade 2008 adalah Sony Dwi Kuncoro dari Indonesia.
v kita memperoleh apa yang kita tanam.
perjuangan
1
2
ada dua bilangan morfem.
contoh penggunaan morfem tersebut dalam kalimat.
v semangat juang untuk sukses harus senantiasa direfresh .
v hidup ini adalah perjuangan yang penuh dengan pengorbanan.
menduduki
1 2
3
ada tiga bilangan morfem
contoh penggunaan morfem tersebut dalam kalimat
v duduk sambil membaca adalah kegemaranku
v tolong duduki bangku yang merah
v pejuang Hamas menduduki ibukota Israel
dikasari
1 2
3
ada tiga bilangan morfem
contoh penggunaan morfem tersebut dalam kalimat
v jangan bersikap kasar pada sesama manusia
v “Kasari parutan kelapanya ya!”, ujar Fahad pada Udin.
v Jangan mau dikasari mereka.
4. Ciri morfem terikat dan morfem bebas.
Morfem
No
Morfem bebas
Morfem terikat
1
Dapat berdiri sendiri, misalnya: istimewa, senyum, semangat, obsesi, teguh, optimis.
Bentuk imbuhan, misalnya : di, ter, me, ber, ke, -kan, se,
-an, -em-, pe.
2
Mempunyai makna sendiri, dapat berubah makna bila ada pengulangan.
misalnya :
mata menjadi mata-mata
hati menjadi hati-hati
Tidak mempunyai makna, tetapi mempunyai fungsi tatabahasa. Dapat mengubah makna sesuatu kata, dan seterusnya makna kalimat
05. Contoh kata dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang bersistem morfofonemik.
Bahasa Indonesia
gotong → gotong-royong
hilir → hilir-mudik
gerak → gerak-gerik
tali → tali-temali
tunggang → tunggang-langgang
Bahasa Inggris
slide + -er → slider
lazy + ness → laziness
supply + -er → supplier
spin + -er → spinner
receive + er → receiver
06. Alomorf meN + baja, meN + asas, meN + suci, meN + tari.
v meN + baja → membaja (perubahan)
v meN + asas → mengasas (penambahan )
v meN + suci → mensuci (tidak mengalami perubahan, penambahan ataupun pengurangan)
v meN + tari → menari (pengurangan)
Referensi :
Daniel Parera,Jos.1998.Morfologi.Gramedia-Jakarta
Ramlan,Prof.Drs.Muhammad.Morfologi Suatu Tinjauan Deskriptif.Cv.Karyono-Yogyakarta
Kamal, Mustafa.1986.Morfologi dan Sintaksis Bahasa Melayu Pontianak.PPPB Debdikbud-Jakarta
http://id.wikipedia.prg/wiki/morfem
http://adzzakapena.multiply.com (tag : KampusMayaMorfologi)
http://pbsidcorner.wordpress.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar