Kamis, Maret 06, 2008

PRESIDEN BUKAN PESINDEN(cerpen)

PRESIDEN BUKAN PESINDEN

by: M.Anhar

Salat maghrib baru saja kelar. Setelah wiridan beberapa saat, satu persatu jemaah meninggalkan mesjid AT-TAQWA. Termasuk fahad yang buru – buru mencari sendal jepitnya.“had..!, had..!” sosok pemuda setengah baya menghampirinya “ ada apa mas rino..?” Tanya fahad sambil menahan sesuatu “ nanti kerumah pak yon, remaja mesjid diundang beliau buat ngadain syukuran” “ oh, acara khitanan anaknya, ya..?”
mas rino mengangguk
“ jangan lupa ajak anak – anak yang lain”
“ ber.. ber… insyaalah mas..!”
sebetulnya fahad buru – buru pulang usai solat maghrib karena sudah tidak kuat menahan penderitan perutnya yang belum juga damai, aman dan sentosa. Ia masih bolak balik membuang amunisi H2SO4 yang terkenal seantero dunia.
Ini semua gara – gara diajak ali dan bana nonton bola bareng penghuni kompleks teratai putih di lapangan bola kaki dekat rumahnya. Sudah hujan gerimis, alas yang disediakan Cuma selembar tikar tipis ditambah lagi minuman dingin yang disediakan sponsor. Mubazir dan kehausan kalau nggak diminum, mulesin perut kalau disedot, duuuh bak makan buah semangka eh simalakama .
Ditengah perjalanan pulang fahad seperti tentara yang berada dimedan perang, karena pengeboman dapat terjadi kapan saja dan dimana saja dengan siaga ia melihat kanan – kiri takut pengeboman dicium dan didengar orang – orang yang tak berdosa.
Sesampai dirumah rupanya keadaan semakin gawat. Baso yang dilahapnya rupanya mengandung amunisi lain yang maha dasyat dan menyebabkannya harus menduduki benteng pertahanan terakhir. Buru – buru dia melepmar sarung dan melesat ke WC.
BUKA…!, BUKA..!, TOLONG..BAHAYA..!!”, teriak fahad menggedor pintu
“SIAPA SIH DIDALEM..?, NGAK TAU ORANG UDAH..NGAK KUAAAAT..!
umi dan sora melongok melihat kebisingan itu.
“harap tenang ya” ujar sora
“kata abi pintu kamar mandi macet, had , Ummi sudah coba buka pakai kunci tapi belum bisa juga ..!”, jelas umi.
OHH.., jangan sekarang..!” fahad histeris pengen teriak tapi ditahannya takut pengeboman terjadi diluar sasaran.
“gimana nih..!,aku…. Ngak!, ku…aaat!”
“nih, kata abi kalau terdesak pakai ini..!”, sora menyodorkan linggis
“GUEBRAK ..!! GLOTAK..!, BLAAR….!!”, sebentar saja pintu kamar mandi terhempas dari engselnya.
“mi…, tolong jagain pintunya, plis..!”,pinta fahad. Tanpa menunggu jawaban ia langsung nyemplak menduduki benteng pertahanan yang dirindukannya.
“ini semua gara – gara kakak..!”, sungut fahad
“lho, kok kak sora yang disalahin had..?” bela sora
“ lha, siapa yang naruh cabe ijo secentong ke mangkuk baso..?”
“siapa yang nyosor aja tanpa pandang bulu. Itukan baso jatah abi yang tahan pedes..!” “iya, tapi kok nggak dibilang dari awal..!”, semprot fahad
“hihi..hihi.., mungkin kelaperan banget lo had..!”, seru suara dari depan
“hei, siapa itu..?”, cari fahad
“ si bana dan dina, katanya remaja ada undangan..”, ujar ummi
“mana mereka..?”,Tanya fahad
“ diteras , umi suruh tunggu”
“ya salam..!”, gimana nih, perang diperutku bisa meletus kapan saja bisa berabe kalau peperangan terjadi diluar kendali. Bisa banyak makan korban..!”, batinya.
“kakak pokoknya harus tanggung jawab ..!”, semprot fahad .
“kakak harus gantikan aku kerumah pak yon”
“pak yon..? memang mau ngapain had..?”
“kita diundang syukuran anaknya yang di khitan”, jelasnya
“gimana mi..?, boleh sora yang pergi..?”, sora minta pendapat
“ya sudah sora, sana gih. Hati – hati ya”, ujar umi
selang lima menit sora , eddy dan dina sudah ngumpul dirumah pak yon yang sudah ramai didatangi remaja lainnya.
Acara selesai menjelang isya’, sora dan remaja lainnya pamitan pulang. Seraya menyalami empu rumah.
Sesampainya sora dirumah tercinta. fahad masih pasang muka juteknya. Abi yang mendengar cerita sora tertawa geli. Fahad yang lagi anteng – anteng dimuka tvmerasa mules lagi. Kontan ia melesat melanjutkan perang yang belum juga mencapai titik damai. abi dan sora tidak bisa menahan tawanya. Umi pasang muka prihatin.
“biarin, entar orang yang dzolim bakalan dapet balesan..!”, sungut fahad sebelum ngibrit ke WC.
“bi, kasihan si fahad, entar kenapa – kenapa lagi..!”, ujar sora
“tunggu saja, kita lihat reaksinya nanti..!”, ujar abi
“bi, tolongin fahad deh, status siaga satu nih ..!”, ujar fahad memelas.
“oke deh!,obatnya abi letakkan diatas laci video”
usai meminum obat, fahad ngelanjutin nontonnya.
“ pemilu lagi rame – ramenya nih..!”,serunya
“ iya , dan janji lagi, janji lagi .., basi dong..!” ujar sora keki
“ sebenarnya oke saja kalau apa yang mereka janjikan itu sudah menjadi kebiasaan mereka. Ini malah sebaliknya , tukang korup janjinya memberantas korupsi, ya nggak bakal jalan programnya..!”, papar abi
“ iya, ya.., fahad jadi miris nih, apakah ada calon pemimpin seperti rasulullah atau setidaknya sekelas khalifah abu, ali,umar,dan usman.
“ berdo’alah dalam setiap terjagamu, semoga ALLAH mengabulkannya untukmu”, ujar sora
“untuk kita dan bansa ini juga dong nak..!”, umi menambah
“ yah , mungkin kita harus menunggu hingga saatnya nanti..!”, ujar abi
“ sampai kapan bi..?”, sora dan fahad penasaran
“ sampai ajaran islam dijalankan sepenuhnya disetiap sisi kehidupan kita. Seyogyanya dalam segala aspek kita bakalan ketemu dengan peraturan yang bersyaiatkan islam” jelas abi.
“hmm.., begitu jauh berbeda dengan kondisi saat ini dong..?”, ujar fahad
“ iya, ya had..!, jadi bakalan lama dong syariat islam menjadi pondasi negri ini..!”, ujar sora
“ yah, makanya kita harus mulai sedini mungkin untuk mendalami agama secara kaffah nak!”, nasehat umi.
“Apa mi..,mendlaami islam secara kaf … kaffah ..?, apaan artinya sih..?” Tanya fahad
“artinya mendalami islam secara menyeluruh, iyakan mi..?”,ujar sora
“iya benar..!” sambut umi
“jadi fahad milih siapa dong bi...? Tanya fahad sambil menunjuk photo calon capres dan cawapres di iklan tv.
“iya ,bingung deh kayaknya”, sora menambah
“nggak usah bingung, yang terpenting dan menjadi nomor satu sebagai bahan pertimbangan untuk kita adalah memilih yang benar – benar mukmin sejati. Selanjutnya kita lihat track recordnya selama sepuluh tahun terakhir, bagaimana..?,setuju nggak nih..?” jelas abi.
“ fahad dan sora maggut – manggut tanda setuju.
“dan jangan salah pilih..!, pilih presiden jangan pesinden..!”, ujar umi seraya beranjak menutup pintu depan.
Malam semakin larut . rembulan samar menampakkan dirinya.seekor punguk hingap dipohon kering menyongsong mangsanya . Udara malam yang dingin menusuk tubuh siapa saja yang keluar menembus malam. Diskusi dirumah itu masih terdengar walau malam sudah selimuti sebagian orang sampai pagi menjelang.


Tidak ada komentar:

 

ShoutMix chat widget